TERIMAKASIH PEMIMPIN-PEMIMPIN BANGSA
Penderitaan saudara-saudara kita yang berada di propinsi Riau khususnya kota Pekanbaru dan sekitarnya tidak kunjung hilang, pagi ini asap tebal kembali menghampiri mereka dengan jarak pandang 50M meter. Apakah dosanya daerah ini sehingga bencana kabut asap ini tidak kunjung selesai padahal propinsi Riau memberikan sumbangan kepada pendapatan negara (APBN) lebih kurang Rp210 triliun per tahun. Dengan perhitungan kontribusi penerimaan migas Rp141 triliun (41 persen dari penerimaan migas APBN Rp344 triiun), ditambah Rp69 triliun dari perhitungan 5 persen dari Rp1.374 triliun penerimaan pajak, pertambangan umum, kehutanan, perkebunan, perikanan, BUMN dan hibah. Jika ditambah dengan PAD Riau Rp3 triliun serta PAD kabupaten/kota se Riau Rp7 triliun dan dari sektor swasta Rp2 triliun, maka total jumlah pendapatan Riau adalah Rp222 triliun.
Apa yang salah dari negeri kita ini, apa yang salah dari pemimpin-pemimpin bangsa ini dan kenapa pembodohan terstruktur terus dilakukan oleh pemimpin-pemimpin bangsa ini baik yang ada di daerah maupun pusat, apa arti sebuah NKRI. Inikah penghargaan yang diberikan kepada rakyat riau setelah memberi banyak sumber pendapatan yang diberikan pemerintah daerah dan pusat. sampai kapan masalah-masalah yang ada di bumi tercinta kita ini akan terselesaikan.
Data Senin (5/10/2015), korban sakit akibat kabut asap tembus 57.536 jiwa. Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menempati posisi teratas dengan 47.836 jiwa.Kemudian penderita Pneumonia sebanyak 847 jiwa. Asma sebanyak 2.213 jiwa, iritasi mata sebanyak 2.880 jiwa, disusul penderita penyakit kulit sebanyak 3.760 jiwa.
Kemudian, jumlah penderita ISPA per Kabupaten terhitung dari 29 Juni-5 Oktober 2015 adalah sebagai berikut, Dumai sebanyak 3.750 jiwa. Indragiri Hilir sebanyak 1.737 jiwa. Kampar sebanyak 2.471 jiwa. Rokan Hulu sebanyak 4.479 jiwa. Siak sebanyak 5.580 jiwa, Kepulauan Meranti sebanyak 743 jiwa.
Kemudian Bengkalis sebanyak 4.622 jiwa. Pelalawan sebanyak 2.203. Rokan Hilir sebanyak 2.127 jiwa. Kuansing sebanyak 5.482 dan Indragiri Hulu sebanyak 2.860 jiwa dan Pekanbaru sebanyak 11.782 jiwa.
Korban terpapar asap di Riau pun diprediksi akan terus meningkat menjelang kedatangan Presiden RI Joko Widodo, mengingat laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Selasa (6/10/2015) pagi, kabut asap semakin parah.
Semoga bencana asap di Riau dan Kalimatan cepat selesai dan tidak ada korban-korban lagi yang berjatuhan.
#saveriau

Tidak ada komentar: